Langsung ke konten utama

The Real Superman: Kolonel Harland Sanders


Kalau di dunia ini diadakan orang tua paling super pasti juaranya adalah Mr Sanders. Bagaimana tidak ? pendiri KFC ini mulai mendirikan usaha waralabanya ketika ia menginjak umur 62 tahun, dan sekarang perusahaanya tersebut menjadi perusahaan waralaba makanan siap saji terbesar di dunia, jadi tidak heran kalau ia dijadikan simbol semangat wirausaha hingga saat ini.

Kolonel Sanders bukanlah orang yang sangat terdidik dan bukan pula keturunan bangsawan, ia adalah orang biasa saja dan bahkan kehidupannya dulu cukup memprihatinkan. Ketika ia berusia 6 tahun ayahnya meninggal, sedangkan ibunya sudah tidak sanggup untuk bekerja lagi. Oleh karenanya pada usia yang sangat dini ia harus memikul beban hidup yang sangat berat dan menjadi tulang punggung keluarga. Setiap harinya ia harus memasak untuk keluarganya, dan sejak itu lah bakat sudah mulai terlihat.

Pada usia 7 tahun, ia sudah mahir memasak dan pada usia 10 tahun ia berhasil mendapatkan pekerjaan pertamanya dengan gaji 2 dollar perbulan. Ketika ia menginjak umur 12 tahun ibunya menikah lagi sehingga ia pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan di pertanian Greenwood. Setelah itu ia berganti-ganti pekerjaan mulai dari tukang parkir, tentara, pemadam kebakaran, operator kapal feri, penjual ban dan pekerja bengkel.

Ketika ia menjadi pekerja bengkel ia juga memasak makanan bagi orang-orang yang datang ke bengkel tersebut. Ternyata respons masyarakat cukup bagus terhadap masakan yang dibuatnya. Semakin lama, masakan kolonel Sanders semakin terkenal di kalangan masyarakat kota Corbin. Setelah itu, ia akhirnya memutuskan untuk pindah ke sebrang jalan, dan restorannya tersebut dapat menampung sekitar 142 pengunjung.

Setelah beberapa tahun berjalan, restoran tersebut pun semakin maju. Hingga pada tahun 1935 ia mendapatkan penghargaan kentucky kolonel dari gubernur Ruby Lafoon atas kontribusinya bagi negara bagian cuisine.

Pada tahun 1950 ia memprediksikan bahwa restorannya akan mengalami kemunduran disebabkan oleh pembangunan jalan raya baru negara bagian akan melewati kota Corbin. Tidak berselang lama restorannya pun ia tutup. Dalam keadaan seperti itu ia tidak mau berdiam diri. Sehingga pada tahun 1952 ia memutuskan untuk mencoba bisnis waralaba. Ia menjajalkan masakan ayam goreng dengan resep yang dibuatnya sendiri ke beberapa restoran. Jikalau ada yang berminat maka ia meminta sebagian keuntungan dari ayam goreng yang telah terjual.

Setiap tahunnya terjadi perkembangan yang sangat pesat pada bisnis waralabanya yang akhirnya diberi nama KFC (Kentucky friend chiken) tersebut. Pada tahun 1964 KFC sudah mempunyai lebih dari 600 outlet waralaba yang tersebar di seluruh Kanada dan Amerika. Dan pada tahun 1969 KFC sudah mempunyai 3500 outlet dan restoran yang tersebar di seluruh dunia. Kini perusahaan ini menjadi waralaba terbesar di seluruh dunia. Akan tetapi Kolonel Sanders tidak bisa melihat kesuksesan terbesar yang dimilikinya tersebut. Ia meninggal dalam perjalannya mengunjungi restoran-restoran KFC yang tersebar di seluruh dunia

Komentar

wow,, it's so funtastic . . .
i like it boy . . .
yout blog is best the best,,
i can feel it!!

Postingan populer dari blog ini

Teman

Erdy : Si Briliant yang Pemalu Erdy Syifa’urrahman , ia terlahir di kota kecil yang damai dan tentram, Mojokerto. Sama seperti aku. tepatnya pada tanggal 7 februari 1992 ia telah menyuarakan tangisannya di dunia ini. Ia muslim yang taat. Semua orang tidak akan heran, karena memang dari kecil ia telah dididik dalam lingkungan pesantren. Mulai dari MI (Madrasah Ibtida’iyah) sampai MA (Madrasah Aliyah) ia sudah akrab dengan yang namanya kitab-kitab klasik ulama-ulama salaf . Dulu dia adalah teman sepondok, satu ruang kelas dan bahkan sekamar. Yang kukenal si Erdy ini, ilmu keagamaanya tak diragukan lagi. Keilmuannya dalam ilmu-ilmu social maupun eksakta pun sangatlah mumpuni. Terbukti ia sekarang menempuh studi di Universitas Gadjah Mada, di fakultas Psikologi dengan status penerima beasiswa penuh. Selama bergaul dengannya aku sudah sadar kalau dia memang akan selalu lebih cerdas dari aku, terlebih dia lebih telaten dan hati-hati dengan apa yang dia miliki. Nah, yang terakhir ini ...

Kisah Sukses Sido Muncul

Pendidikan tinggi dengan berbagai gelar memang tak menjadi jaminan bagi seseorang untuk menjadi manusia yang kaya raya. Hal ini telah dibuktikan oleh Irwan Hidayat direktur utama PT Sido Muncul. Pria yang dilahirkan dijogja ini mampu menjadikan pabrik jamunya menjadi pabrik jamu terbesar di Indonesia walaupun ia hanya lulusan SMA, dan itu pun setelah pindah sekolah sebanyak lima kali. Dia menyatakan bahwa dulunya ia adalah anak yang kurang berprestasi di sekolahnya. Dan ia juga bukan orang yang rapi dan mematuhi segala peraturan di sekolahnya. Bagaimana tidak wong buku saja cuma satu dan ulangan pun selalu ngerpek . Oleh karena itu, setelah ia lulus dari SMA ia sulit sekali mendapatkan pekerjaan. Pernah suatu ketika ia bekerja sebagai seles obat akan tetapi karena ia selalu bangun kesiangan pekerjaan itupun tidak bertahan lama. Setelah itu ia terpaksa bekerja di perusahaan jamu neneknya. Beberapa tahun berjalan akhirnya kursi kepemimpinan akhirnya di berikan kepada ibunya, Ibu Rahmat ...

This Is My Way : Berprestasi is the only choice

Seseorang tentu membutuhkan sebuah prestasi. Prestasi ini merupakan tingkatan ketiga dalam piramida kebutuhan Maslow. Aku tak mengerti kenapa sampai sekarang aku belum juga merasakan prestasi yang kuharapkan. Akan tetapi aku sadar bahwa sebenarnya yang kubutuhkan hanyalah motivasi lebih. Selama motivasi itu masih ada pada diriku, pasti aku bisa untuk mencapai segala yang aku inginkan.  Tahun demi tahun aku menjalani pendidikan dari mulai MI, MTs, MA, hingga sekarang kuliah. Prestasi yang kudapat cuman bisa dihitung oleh jari. Aku tak puas dengan itu. Seharusnya aku sebagai santri lebih berprestasi dari pada mereka yang bukan. Karena nilai-nilai agama ada dipundakku. Aku telah mendengan segala wejangan dari Rasulullah. Akan tetapi tetap saja aku belum mampu berprestasi. Mungkin satu yang aku butuhkan sekarang ini. Yaitu hasrat untuk menjadi juara. Tak hanya boleh puas dengan keadaan ku sekarang ini. Akhir-akhir ini aku merasa malu karena sudah beresikap layaknya anak kecil. Merengek...